web hit counter
//
you're reading...

Featured

Apa itu Soundscape?

Soundscape! Berasa pernah denger, mirip sama landscape nggak? Nah tulisan ini akan mencoba menjelaskan dengan cara (yang semoga) gampang apa itu soundscape. Kenapa soundscape perlu dijelaskan ke orang umum? Jawabannya adalah karena mendengar bunyi positif itu penting. Yak lanjut..

apa itu soundscape

Apa itu soundscape? Apa itu soundscape? :D

Kamu denger … nggak?

Di artikel di sebuah majalah, Lena Dietze bercerita tentang sebuah pengalaman mendengar berikut. “Setiap tempat punya bunyinya sendiri. Kamu denger ini nggak?” Sebuah aksi soundwalk pada 21 April 1999 yang dilakukan oleh 200 siswa, mereka berjalan menyusuri Wiesbaden (Jerman), tidak bicara sepatah kata pun dan hanya mendengar. Ungkapan kekaguman dilontarkan seorang anak kelas 9 (SMP kelas 3) bernama Joe, yang mulanya ia skeptis dengan aksi semacam ini. “Aku mendengar bebunyian yang belum pernah aku dengar sebelumnya, seperti deru mesin mobil dan cicit burung. (Karena aksi ini) aku menaruh perhatian pada hal-hal khusus. Menurutku ini menakjubkan dan aku sama sekali tidak pernah mengalami hal serupa seperti ini.”

Iyalah.. kita memang dikelilingi oleh bising lalu lintas tiap hari. Kita juga (tidak sengaja) mendengar nyanyian burung di pagi hari. Namun semua itu tidak pernah kita sadari sebagai sesuatu yang istimewa. Karena aksi tersebut, Joe dan banyak teman-temannya bergerak tersadarkan. Mereka sejak itu mampu mendengar dengan cara yang berbeda dari semua orang.

Hearing is one of the abilities we’ve taken for granted

Tidak ada orang yang bisa menghentikan fungsi pendengarannya. Telinga adalah organ sensori pertama yang aktif bahkan sebelum bayi lahir, sekaligus juga organ sensori terakhir yang aktif hingga nyawa dicabut. Praktis, mendengar adalah sesuatu yang asasi dan vital dari kehidupan manusia.

Bunyi tercipta dari getaran apapun di sekitar kita. Semua yang bergetar itu dirambatkan melalui udara (atau juga benda padat) di sekitar hingga sampai ke telinga. Kalau melihat berhenti dengan menutup mata, mencium berhenti dengan menutup hidung, meraba berhenti dengan tidak menyentuh, mengecap berhenti dengan tidak makan dan minum, tapi mendengar? Bahkan kalau kita menyumpal telinga dengan jari masih ada aja sebagian bunyi-bunyi yang masih bisa terdengar.

Telinga tidak pernah berhenti bekerja. Bahkan juga saat kita tidur. Apa guna alarm? Untuk membangunkan kita dengan bunyi pada saat tidur. Artinya pada kondisi tidur, fungsi pendengaran manusia masih bekerja. Hanya saja tingkat kesadaran otak memang menurun sehingga tidak banyak merespon hasil pendengarannya. Karena pekerjaan “mendengar” itu terjadi setiap saat, maka mendengar tidak pernah menjadi hal istimewa. We’ve taken it for granted!

Apa itu Soundscape?

Soundscape menurut Payne, dkk ialah totalitas bunyi-bunyian dalam satu lokasi dengan penekanan akan relasi antara persepsi, pengertian, dan interaksi individu atau masyarakat terhadap lingkungan soniknya.

Percaya nggak kalau apa yang saya dengar dan kamu dengar bisa punya makna yang berbeda. Ibu kamu bilang ke kamu: “Aku cinta kamu,” dengan intonasi yang romantis. Terus Ibu kamu juga bilang ke saya: “Aku cinta kamu”. Pernyataan itu buat kamu oke-oke aja, tapi buat saya? Hmm, saya harus mengernyitkan dahi kenapa bisa beliau berkata seperti itu. Mikir agak lama.

Terus contoh lain lagi. Di sebuah kantor ada si A yang suka musik metal, sedangkan si B suka musik klasik. Suatu waktu manajer kantornya muter musik klasik keras-keras sehingga seruangan kantor bisa ikut denger. Si B seneng banget karena dia juga suka musik klasik, sedangkan si A gerah dan gatel banget kupingnya denger musik klasik. Bising atau noise tidak bicara tentang tingkat kekerasan (atau kelantangan) bunyi, bukan masalah keras nggaknya.. tapi juga masalah persepsi dan interaksi buat pendengarnya. Bagi si A, musik klasik itu adalah bising! Bagi si B, musik klasik adalah bunyi terindah yang ada di dunia. Mendengar berjam-jam, bagi B nyaman-nyaman aja. Namun bagi A, mendengar musik klasik selama 5 menit seakan mendengar berjam-jam!

Soundscape ≈ Landscape

Terus lagi.. bentukan kata soundscape itu mirip sama landscape. Dalam fotografi, landscape itu bermakna foto yang berisi komponen-komponen visual berbeda yang membentuk sebuah kesatuan pemandangan. Pemandangan itu bisa dilihat, dipersepsi, diingat, diimajinasi, dan seterusnya..

apa itu soundscape

Kalau ini landscape. Apa itu soundscape?

apa itu soundscape

Ini contoh foto landscape yang jelek. Kenapa? Terus soundscape bisa jelek juga gitu? Iya, ada negative soundscape.

Dari dua foto landscape di atas, meskipun kita awam dengan fotografi.. bisa nggak coba nilai mana yang bagus dan yang jelek? Terus bayangin kalau kamu lagi di sana bisa mempengaruhi mood kamu nggak? Menurutku sih bakal ngaruh ke mood. Soal mendengar, ternyata mendengar yang bagus dan jelek juga ngaruh ke mood. Poinnya adalah landscape dan soundscape menghasilkan interaksi, karenanya mood kita bisa berubah.

Pada foto landscape, di sana berisi macam-macam objek visual. Ada warna air sungai, langit, awan, pegunungan, pepohonan, orang, salju, matahari, rumput, dan lain-lain. Apa jadinya kalau foto landscape hanya berisi satu objek monoton? Orang akan bosen. Begitu juga pada soundscape, ada kekayaan bunyi yang harus dilibatkan dalam satu tempat. Ada orang lagi ngobrol, langkah jalan, langkah berlari, benturan gelas dengan meja, bunyi kipas laptop, bunyi lampu neon yang tua, gonggong anjing tetangga, eong kucing dekat kita, krik krik jangkrik, kicauan burung, ketukan keyboard laptop, dan lain-lain. Semua itu menciptakan soundscape, kesatuan bunyi-bunyi yang menakjubkan.

Dari dua foto di atas, coba berandai-andai secara maksimal, toh gratis kan, kalau boleh disuruh tinggal dan hidup di sana pilih tinggal di landscape yang atas atau bawah? Kenapa? Tuh, kan.. dari landscape kita punya preferensi.. kecenderungan atau kesukaan. Begitu juga dengan soundscape. Manusia punya latar belakang kebudayaan, pengetahuan, dan daya pengertian yang berbeda-beda terhadap hasil sensori alat inderanya. Mungkin akan ada orang yang menolak untuk tinggal di dua tempat itu, karena itu di Eropa. Dan dia nggak cocok sama iklim dan cuaca Eropa, lebih enak tinggal di Jawa Tengah dekat sawah dan bukan hutan misalnya. Artinya latar belakang kita mempengaruhi pilihan terhadap landscape maupun soundscape yang ada.

Landscape bisa diciptakan dan direkayasa, begitu juga soundscape. Bagi yang belajar arsitektur pasti bersentuhan dengan desain landscape, tugasnya kan mencomot-comot objek indah ke dalam satu tempat agar lebih indah lagi. Apakah harimau itu indah? Kalau iya, coba masukkan ke landscape taman kota tanpa sangkar. Ngeri. Lagi-lagi.. indah itu harus serasi dan pada tempatnya. Landscape hutan hanya cocok ada di hutan, sedangkan landscape dapur hanya cocok ada di dapur. Begitu juga soundscape, bunyi-bunyian di hutan hanya cocok di hutan.. kalau kita bawa ke rumah bisa serem. Emang mau rumah kita sunyi senyap ditemani bunyi-bunyi alam: gemerisik daun, ranting patah, auman macan, burung hantu, desis ular, jangkrik, gerimis hujan, tidak ada keberadaan manusia, itulah hutan. Soundscape rumah ya harus berfungsi sebagai rumah. Kalau ada manusia yang tinggal di rumah maka harus ada suara manusia.

Di Institut Teknologi Bandung, kami belajar soundscape untuk arah rekayasa. Kenapa? Karena pembangunan negara ini, dunia ini, tidak mengindahkan soundscape secara proper, memadai. Orang umumnya hanya memperhatikan landscape, padahal soundscape juga penting dan dapat mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik. Kok bisa? Ya karena manusia mendengar dengan telinga dan melihat dengan mata. Coba aja berani lihat matahari selama 2 menit tanpa henti, langsung buta. Mendengar juga sama, coba biasakan mendengar musik pake earphone keras-keras, nanti umur 40 tahun udah turun kualitas pendengarannya mendekati tuli. Terus lagi.. orang yang terjebak macet di jalan itu secara mental stress nya tinggi, apalagi kalau dari belakang diklakson berkali-kali. Bikin tambah emosi nggak?

Kenapa soundscape perlu direkayasa? Ya, karena saya pribadi ingin tinggal di dunia yang nyaman dan menyenangkan. Landscape sudah pasti ada yang menggarap, teman-teman di arsitektur lansekap sudah memastikan bahwa kita dapat melihat yang nyaman-nyaman meskipun itu entah kapan, hehe. Lha gimana pembangunan kota kita kok masih berantakan, mana ini orang arsitektur lansekap dan urban design? Sekarang untuk soundscape bagaimana? Seseorang perlu turun tangan ambil peran untuk memperbaiki dunia dari persoalan bunyi-bunyinya. Insyaallah saya akan rutin menulis di blog tentang soundscape sebagai suatu kampanye pribadi yang menginginkan kondisi lingkungan kita dibangun lebih baik lagi.

Nah, kira-kira ide bagaimana dan apa itu soundscape seperti penjelasan panjang lebar di atas.

Memori Soundscape & Landscape

Manusia itu hebat, ia bisa mengingat apa yang pernah dirasakan dengan panca inderanya. Kalau saya ditanya: dalam hidupmu di tempat mana paling indah yang pernah kamu kunjungi? Saya bisa jawab di puncak gunung. Pertanyaan seperti itu menggali ingatan kita tentang pengalaman visual. Sebenarnya itu juga berlaku untuk pengalaman auditori. Di mana tempat paling enjoy buat ngobrol berdua sama orang yang kamu sayang? Di mana tempat paling berisik yang ada di Jakarta? Ternyata melihat dan mendengar bisa kita ingat. Kalau begitu, kenapa nggak kita ciptakan ingatan yang bagus-bagus. Melihat yang bagus dan mendengar yang positif? Dengan memahami soundscape harusnya kita jadi peduli dengan bunyi-bunyi di sekitar kita. Kenapa kita tidak boleh membentak, karena orang yang dibentak akan mengingatnya seumur hidup. Berpakaian dengan rapi memang penting, tapi bicara yang indah juga penting.

Apa itu soundscape: Soundwalk?

apa itu soundwalk

Soundwalk: berjalan lalu dengarkan suasana sekitar.

Pada cerita Lena di atas, dia melakukan soundwalk bersama 200 siswa. Apa itu soundwalk? Pengertian mudahnya ialah berjalan kaki untuk mendengar soundscape lingkungan tertentu. Kalau kamu soundwalk di kampus berarti kamu akan mendengar soundscape kampus. Lalu soundwalk di komplek menara Eiffel, berarti mendengar soundscape komplek menara Eiffel. Soundwalk dilakukan untuk keperluan banyak hal, semisal untuk mengevaluasi lingkungan sonik suatu daerah. Kalau di Eropa yang namanya kendaraan pribadi kan sedikit, kebanyakan sekarang sudah sadar untuk menggunakan transportasi umum. Hasil dari budaya ini adalah menurunnya tingkat bising di perkotaan. Bising tidak lagi secara dominan dihasilkan dari mesin dan klakson kendaraan, tapi dari langkah orang berjalan misalnya.

apa itu soundscape

Kira-kira begini keramaian di tempat umum komplek menara Eiffel berada. Maaf ya mba saya pinjem gambar ilustrasinya.

Kalau kita serius ingin membangun negara kita, maka kita perlu soundscape.. selain landscape dalam urban design. Kota-kota kita perlu ditata lagi, ukuran jalannya, volume kendaraan, transportasi umum dan banyak lainnya. Selain itu kota yang maju biasanya punya banyak tempat umum untuk bersantai bersama keluarga dan orang yang disayangi. Contohnya ya komplek menara Eiffel kan tempat umum, bisa diakses tanpa membawa kendaraan pribadi.. semuanya cukup dengan berjalan kaki dan kendaraan umum. Sekarang di kota kamu tinggal ada tempat yang seperti itu? Kalau di Bandung ada, lumayan banyak lah. Tapi kalau akhir pekan pasti kena macet karena banyak orang Jakarta pada ke Bandung. :(

apa itu soundscape

Coba bayangkan soundscape di gambar ini.

Jakarta kita tidak dibangun untuk manusia yang manusia. Jakarta dibangun untuk robot pekerja yang berangkat jam 5 pagi, beradu macet, lalu di kantor masih penuh gaduh, pulang malam masih kena macet lagi. Soundscape ini sangat bisa digunakan sebagai rekomendasi untuk pembangunan kota yang lebih manusiawi. Mengetahui apa itu soundscape secara definisi dan terlebih peranannya bagi kehidupan kita amat penting.

A 5 decibel increase in aircraft noise is associated with a 2 month delay in reading ability. [Stansfed et al. The Lancet, 4/6/05]

Fungsi lain dari soundwalk adalah untuk membangkitkan kesadaran dan pengalaman mendengar. Bahwa mendengar itu istimewa. Mendengar adalah hak asasi manusia, mirip seperti bernafas. Menghirup oksigen itu hak hidup, kalau menghirup gas karbon monoksida itu namanya bunuh diri, mati. Mendengar soundscape yang positif juga hak manusia, dan kita bisa kok kalau mau merekayasa lingkungan agar friendly sama telinga ini. Emang mau kerja punya duit banyak tapi pendengaran menurun di umur 45 tahun? Oke, ga ikut kena bising karena bisa naik mobil bagus. Terus kendaraannya bikin macet di jalan, dan menghabiskan umur sebagian besar di jalan? Atau mobilnya butuh bensin, terus ikut menyumbang pemanasan global dari pembakaran karbon. Terus semuanya jadi punya mobil lewat di depan sekolahan. Bising mesin kendaraan masuk ke lingkungan sekolah. Hasilnya kemampuan belajar anak turun karena mendengar bising. So, kita punya mobil yang bagus tapi anak-anak generasi ini terlambat membaca karena bising kendaraan? Great, well done!

Bacaan yang berkaitan dengan apa itu soundscape, Soundwalk di ITB: Dari Labtek VI (Teknik Fisika) ke Kantin Salman.

Sudah jangan panjang-panjang, nanti diteruskan di tulisan berikutnya. Terima kasih sudah sampai akhir, yuk soundwalk di lingkungan terdekat masing-masing. Share pengalamannya di sini.

Cheers, Rifqi.

Referensi apa itu soundscape dari sini..