web hit counter
//
you're reading...

College's Life

MacBook Pro untuk Kuliah (Mahasiswa S2 & S3)

Setelah lulus S1 dan lalu bekerja, sekarang kamu berniat mau S2 atau S3 entah di dalam atau luar negeri. Terpikir juga untuk mengupdate laptop karena kali aja udah mulai panas, lemot, dan nggak kuat running software berat. Maka dari itu kamu riset kecil-kecilan nyari review laptop yang bagus. Dan inilah review Macbook Pro untuk kuliah, terutama bagi mahasiswa pascasarjana (S2 & S3).

Macbook Pro untuk Kuliah (Mahasiswa S2 & S3)

Macbook Pro untuk Kuliah (Mahasiswa S2 & S3)

MacBook Pro untuk Kuliah?

Kalau dari berkuliah.com di situ MacBook Pro masuk jajaran laptop yang direkomendasikan. Apa benar cocok MacBook Pro untuk kuliah? Tulisan ini akan diuraikan dengan pertanyaan-pertanyaan aja ya.

 

Apakah software yang diperlukan di perkuliahan bisa digunakan di MacBook Pro?

Iya ini pertanyaan yang paling sering muncul. Karena kita terbiasa dengan sistem operasi Windows, jadi wajar. Memang ada beberapa software yang hanya ada di Windows, hanya ada di OSX, atau tersedia di kedua sistem operasi. Untuk itu memang kamu perlu memeriksa terlebih dulu kebutuhan software kamu apa saja dan apakah tersedia di OSX.

Misalnya Microsoft Office ada di OSX. Nggak perlu khawatir untuk pakai Word, Excel, atau PowePoint. Paket Office ini berbayar ya, tapi dulu pas beli sudah terinstal sebagai bonus jadi saya ga perlu bayar-bayar lagi. Lalu software dari Adobe juga lengkap di OSX. Namun sayangnya Corel Draw nggak ada di OSX, padahal saya bisanya Corel bukan Photoshop.

 

Kalau kamu belajar engineering kan butuh AutoCAD, itu ada di OSX?

Ada kok. Malahan saya instal yang versi mahasiswa jadi download gratis dari situs resminya, bahkan bisa update juga. Menggambar rumah, ruangan, atau apapun aman bisa juga di OSX. MacBook Pro untuk kuliah, oke juga.

 

Apakah MacBook Pro bisa untuk gaming?

Hm, bisa tapi terbatas yaa. Secara spesifikasi mumpuni, tapi game-game bagus di Windows belum tentu tersedia di OSX. Jadi harus cek-cek dulu apakah game yang kamu mau ada atau nggak di OSX.

Kalau game berbasis STEAM support kok. Hanya saja cek dulu minimum requirement untuk MacBook Pro nya masuk atau nggak. Contohnya Defense of The Ancient 2 (DoTA 2) itu support dan frame rate per second nya bagus, antara 40-60 fps. Karena layarnya super tajam dengan Retina Display, yaa nikmat banget memang untuk ngapa-ngapain dan berlama-lama kerja dengan MacBook Pro ini.

macbook pro untuk kuliah

Steam: Defense of The Ancient 2 (DoTA 2)

Untuk game STEAM kesukaan saya Cultures Northland dan Cultures 8th Wonder of the World bisa diunduh gratis di sini. Kalau mau download dari STEAM ya harus bayar, siapkan PayPal atau Credit Card. Kalau ini edisinya hiburan di sela-sela kuliah. MacBook Pro untuk kuliah dan gaming.

 

Beli software original atau bajakan?

Ini kembali ke masing-masing orang yah. Kalau saya memang ingin hijrah dengan menikmati software yang halal saja, jadi kalau bisa original dan tidak melanggar hak cipta ya saya pilih itu. Jadi saya dulu pernah beli aplikasi di iTunes AppStore, ternyata setelah dipake tidak cocok. Akhirnya saya email ke tim Apple iTunes untuk minta refund. Alasannya tidak sengaja kepencet beli, hehehe. Akhirnya bisa refund dan ketemulah aplikasi yang bagus dan yang saya butuhkan, yaitu Notability. Bayar lumayan, tapi worth kok!

macbook pro untuk kuliah

Notability: Aplikasi coret-coret. Kalau saya untuk bikin resume penelitian.

Kunjungi halaman ini untuk melihat contoh kerjaan saya dengan Notability. Isinya ialah catatan kuliah Instrumentasi Akustik di S2 Teknik Fisika ITB.

Aplikasi di AppStore itu bagus-bagus, digarap serius.. sayangnya satu! Jarang yang ngasih kesempatan user untuk download trial sebelum beli. Terus review-nya itu dikit banget. Jadi kan bingung nih appsnya beneran bagus atau masih pengembangan.

Untuk itu saya sarankan agar kamu mengunjungi situs-situs berbasis torrent untuk download cracked software khusus OSX. Jika cocok baru beli resmi di AppStore. Biar varokah dan tidak rugi vroh! Soalnya untuk menuntut ilmu nyari yang berkah juga kan.

 

Lho aplikasi di OSX bisa dibajak?

Wah, bisa banget.. beberapa software untuk penelitian kan mahal-mahal tuh. Kisaran harga dari 1 juta sampai 7 juta. Yang lebih mahal lagi ada sih kayak COMSOL Multiphysics yang harganya sampai 350 juta per komputer. Ampun. Tapi yah beginilah mahasiswa.. karena tujuannya untuk belajar dan bukan untuk profesional jadi mbajak dulu yang cracked. Saya punya itu semua yang bajakan, dan gampang dapatnya!

Setelah dana penelitian tesis cair, yang bajakan-bajakan itu diganti dengan yang original.

Dibandingkan Windows, bisa dibilang sistem OSX lebih gampang untuk dijumpai aplikasi bajakannya di situs-situs torrent. Saya selalu ke sini,

Kalau kamu kesulitan nyari aplikasi bajakan hubungi saya aja.

 

MacBook Pro mahal. Ada solusi?

Beli yang second aja vroh. Kalau dihitung-hitung pengeluaran kita di laptop bersistem Windows juga bakal mahal kok. Kalau aplikasinya original semua. Nah, sekarang kalau pakai Windows kan semacam auto-bajak. Sehingga biaya software original nggak pernah masuk perhitungan, kesannya laptop Windows lebih murah.. padahal nggak juga kan?

Coba hitung.. berapa harga Windows 10? harga Microsoft Office? harga WinRAR? harga AutoCAD? harga Anti Virus? Coba total, hehehe.

Kalau di Apple kita bayar mahal laptopnya karena sudah sepaket dengan sistem OSX. Kelebihannya tidak bisa kena virus. Kena malware bisa tapi sangat susah dibandingkan Windows. Artinya tidak ada biaya beli lisensi Anti Virus dan Internet Security.

Mengincar MacBook second gampang kok, apalagi sekarang ada e-commerce macam BukaLapak dan TokoPedia. Ada juga toko-toko di Jakarta yang punya akun Facebook dan selalu share foto-foto MacBook yang lagi tersedia di etalase toko mereka.

MacBook Pro: Dent atau penyok. Bukan punya saya sih.

Yang membuat harga MacBook jatuh banget biasanya kalau ada penyok atau gores. Dan untuk sistem atau hardware dalam biasanya oke-oke aja lancar jaya. Yah, kan penyok ga akan diliatin terus. Namanya laptop ya dipake sebagaimana laptop.. untuk ngetik dan ngerjakan tugas kan. So, harganya bakal miring banget dan ramah dompet.

 

Apa perbedaan sistem Windows dan OSX?

Menurut saya sistem operasinya sangat berbeda. Lebih tua dan canggih OSX, karena berbasis pada UNIX. Jadi UNIX itu punya anak namanya LINUX dan WINDOWS. Bagi yang suka terminal di LINUX, ketika bersentuhan dengan OSX kayak nggak ada beda aja. Kalau LINUX ada kesan hanya bisa dipake para Hacker, sebetulnya OSX ini juga bisa. Hanya saja tampilannya memang cakep. OSX itu cakep tapi powerfull.

Unix, MacOS (OSX), dan Microsoft Windows adalah bersaudara. [Wikipedia]

OSX nggak bisa kena virus ya. Jadi biasanya kalau ada flash drive temen yang nancep sekalian saya delete-in virus-virus folder yang biasanya muncul.

OSX dengan Retina Display? Waduh.. cakep banget. Ada Dock di bawah. Menu bar di atas. Font-font-nya juga indah, Steve Jobs sendiri mengaku merancang OSX dengan cantik berkat ilmu kuliah Kaligrafi/Tipografi.

Bekerja di laptop MacBook Pro terasa lebih luas. Jelas karena resolusi dengan Retina Display ini untuk arah horizontal mencapai 2560 pixel. Sementara di laptop Windows saat ini umumnya masih di kisaran 1366 pixel. Jadi dua kali lipat lebih luas. Seakan semua objek di MacBook Pro itu kecil-kecil, sehingga ada ruang kosong untuk multi-tasking dengan aplikasi lainnya.

Tapi tren belakangan laptop Windows mulai mengadopsi resolusi yang lebih tinggi ke angka 1920 pixel. Multi-tasking harus kalian pertimbangkan, sebab mahasiswa itu pasti membuka web browser, pemutar audio, dan Word. Itu standar banget. Malahan ada yang juga lagi mengolah statistik dengan SPSS dan desain di SketchUp atau Adobe Illustrator. Semakin banyak aplikasi yang terbuka maka lahan di layar kamu akan habis, kecuali kalau resolusinya memang tajam.

MacBook Pro untuk kuliah teknik, seni, sains? Cocok untuk yang suka multi-tasking.

 

Mac OSX bisa lemot atau crash (not responding)?

MacBook Pro saya ini punya RAM 8 GB dan pernah crash salah satu aplikasinya. Kalau ada aplikasi crash maka yang berhenti hanya aplikasi itu. Sementara menu utama sistem dan aplikasi lainnya tidak terpengaruh. Inilah bagusnya sistem OSX dibandingkan Windows. Kalau begitu tinggal buka Activity Monitor untuk kill task aplikasi yang not responding tersebut.

Yang membuat MacBook Pro tidak lemot bukanlah RAM 8 GB, tapi karena memang sistem operasinya mendukung pengelolaan yang canggih. Laptop Windows kalau diisi RAM 8 GB sekalinya blue screen kan kena semua aplikasi kita. Nggak banget kalau ngerjakan tugas belum di-save, lalu hilang semuanya? RAM bukan jaminan, sistemnya itu jaminan.

MacBook Pro untuk kuliah? Aman dari blue screen dan bebas hang.

 

Ukuran penyimpanan data SSD 256 GB emang cukup?

SSD 256 GB emang ukuran standar sih menurut saya. Kalau 128 GB emang itu nggak cocok untuk kuliah. Kalau businessman mungkin cocok, yang mobile gitu cukup pake MacBook Air yang super tipis dan super ringan.

macbook pro untuk kuliah

MacBook Pro: Masih ada B A N Y A K ruang kosong.

Jadi aplikasi di OSX itu tergolong efisien tempat. Kalau dia besar ya besar. Kalau kecil ya kecil banget. Di laptop saya ini dari 249.77 GB masih tersedia ruang 103.59 GB. Ini pun isinya sudah ada beberapa film, rekaman audio bergiga-giga (untuk penelitian), dokumen perkuliahan, buku pdf dari internet, paper jurnal pdf yang menanti dibaca, dan lain-lain. Aplikasi sendiri hanya memakan 27.59 GB.

Bandingkan dengan sistem Windows, kapasitas 256 GB tentunya sangat sempit. Untuk itu rata-rata laptop Windows wajib menyediakan kapasitas 500 GB – 1 TB. Di OSX, 256 GB itu sudah pas paling enak.

 

Menyiasati sempitnya ruang penyimpanan data?

Instal Google Drive atau DropBox. Secara internal, MacBook Pro menyediakan layanan iCloud. Tapi bagi saya sih sempit ya hanya 5 GB. Saya sendiri pakai Google Drive karena storage yang saya punya 117 GB. Dulu dapat voucher code untuk upgrade kapasitas dari 15 GB jadi 117 GB. Lebih lega!

macbook pro untuk kuliah

Google Drive: Dari 15 GB ke 117 GB.

Sementara DropBox jarang dipake meski kapasitasnya juga besar, 43.88 GB. Dapat bonusan banyak dengan kirim link invite ke orang-orang.

Strateginya.. kalau ada file besar tinggal masukkan ke folder Cloud salah satu aplikasi di atas. Biarkan sync dengan internet. Lalu bisa custom untuk Sync only these folders.

MacBook pro untuk Kuliah

Google Drive: Menyiasati ruang penyimpanan MacBook yang sempit.

Data saya saat ini totalnya 20.8 GB, tapi hanya tersimpan 9.5 GB di laptop. Jadi lumayan hemat kan? Macbook Pro untuk kuliah, cukup!

 

Bagaimana cara membeli aplikasi original tanpa Credit Card?

Gunakan iTunes Gift Card. Modelnya mirip voucher yang biasa kita jumpai di Alfamart atau Indomaret, tapi di sana adanya kan untuk Google PlayStore. Untuk dapatin iTunes Gift Card itu kudu dibeliin sama orang yang punya Credit Card. Kalau bingung beli iTunes Gift Card saya bisa bantu mumpung sudah punya Credit Card. Kirim email aja ke rifqi[at]ikhwanuddin[dot]com, nanti tarifnya saya jelaskan di sana.

iTunes Gift Card untuk membeli aplikasi di AppStore. macbook pro untuk kuliah

Besaran iTunes Gift Card bisa dilihat dari 150ribu, 250ribu, 500ribu, 1juta, dan bisa juga custom. Silakan butuhnya berapa hubungi saya.

 

Adaptasi apa yang terjadi setelah menggunakan MacBook?

Kamu akan menyukai track pad MacBook. Yang dulunya kesulitan pakai touch pad di laptop Windows, sekarang bakal males pakai mouse sama sekali. Kemana-mana tidak perlu mengandalkan mouse. Karena sekali tahu trik-trik track pad, bakal nyaman banget. Luas dan responsif.

Colokan USB cuma ada 2. Ini asem banget lah. Akhirnya solusinya saya beli USB hub biar port USB-nya bisa dicabangin lagi untuk mengakomodasi colokan-colokan. Yang membuat MacBook tipis adalah karena papan sirkuit yang menyediakan port USB memang dikurangin.

Bakal beli aksesoris Thunderbolt ke VGA. Untuk keperluan presentasi di kelas ini krusial banget kan. Tapi MacBook ada port HDMI juga sih. Nah ini hanya berlaku untuk keluaran 2015. Untuk keluaran 2017 jangan ditanya.. udah berubah banyak fasilitas port-nya. Semakin menyusahkan saja Apple ini.

Harus punya sleeve case atau semacam pelindung body. Karena bahannya aluminium metal jadi sekali penyok ya penyok. Warnanya kan silver gitu bakal kelihatan kalau ada cacatnya. Untuk itu lindungi MacBook kamu dengan case.

 

Kalau S2 di Akustik ITB pakai software apa aja?

Kami pakai:

  • CATT-Acoustic. Hanya berjalan di Windows dan butuh lisensi USB dongle. Jadi bagi pengguna Mac santai aja sih. Kita bisa pakeai Team Viewer (konek ke komputer Lab) untuk bermain CATT-Acoustic.
  • COMSOL Multiphysics. Ini juga ada di komputer Lab, bisa pakai Team Viewer. Comsol jalan di Windows maupun OSX. Bajakannya di OSX juga ada, kalau mau hubungi saya.
  • Reaper Digital Audio Workstation. Ini pembuatnya baik banget sih. Berbayar dan jalan di OSX maupun Windows. Meski berbayar kita bisa pakai fiturnya full meski Trial udah lewat batas. Ini saya sampai sekarang masih Trial padahal udah berbulan-bulan.
  • Audacity. Ini freeware, software ringan tapi powerfull untuk mengolah data audio. Tersedia di Windows maupun OSX.
  • Microsoft Office. Ini udah sepaket ya ada Word, Excel, dan PowerPoint. Tersedia di OSX maupun di Windows. Jelas berbayar.
  • VLC. Sejauh ini menurut saya jadi aplikasi gratis pemutar video terbaik di OSX.
  • Notability. Untuk review hasil belajar dengan membuat coret-coretan.
  • Adobe Audition. Berbayar, tersedia di OSX maupun Windows. Pengolah sinyal audio.
  • AutoCAD for OSX. Student version gratis. Untuk menggambar 3D.
  • SketchUp for OSX. Berbayar, fungsinya mirip dengan AutoCAD.
  • SPSS Statistics. Berbayar, tersedia di OSX maupun Windows. Analisis statistik lanjut yang tidak bisa dilakukan di Excel.
  • Zotero. Gratis, tersedia di OSX maupun Windows. Pengolah referensi atau sitasi, untuk menulis makalah tugas ilmiah.

Dan banyak lainnya.. tapi nggak berhubungan dengan kuliah. Yang untuk hiburan alias nonton film rekomendasi saya instal Popcorn Time. Itu tersedia gratis di Windows maupun OSX. Streaming dan sekaligus download film. Karena kapasitas penyimpanan di laptop sedikit, jadi setelah selesai nonton bisa langsung dihapus filmnya. Oke kan?

Sudah segitu aja tulisan kali ini, semoga apapun itu perangkat laptopmu bisa mendukung dalam belajar di tingkat S2 atau S3. Inilah pengalaman saya Macbook Pro untuk kuliah.

 

Cheers,
Rifqi